Cari...

Minggu, 15 Maret 2015

Status Puitis Facebook Refany Audy

Hey guys! kali ini gua akan posting status fb gua yang masih polos wkwk kalo dikira sih sekitaran umur 12 tahun atau 13 tahunan. Gua gatau ini status nongol dari mana dan gua sendiri ga percaya kalo otak gua bakalan ngeluarin kalimat puitis ini. Ok tanpa basa-basi, CEKIDOT!! :

Aku mau, jadi nyata di mata kamu & aku mau saat aku sudah tidak kuat untuk melangkah lagi, hanya tangan kamu yg bisa aku genggam, bukan karena kamu cantik, akan tetapi karena aku mencintaimu (22 November 2012

Ku akan menunggumu sampai hatimu benar - benar kosong untuk ku tempati walaupun itu harus memakan waktu yang sangat panjang dan perjuangan yang sangat besar,
kesabaranku masih banyak hanya untuk menunggu itu... (3 Oktober 2012)

semua berubah saat dia datang,kemudian ia merebut dan menjadikan semua itu miliknya, dan kami yang tertindas hanya bisa mersakan rasa keputus asaan yang mendalam yang diberikan olehnya (1 Maret 2014)

Jika menurutmu itu yang lebih baik,pilihlah saja dia,akan tetapi jika pilihanmu salah,jangan harap engkau ingin kembali kepadaku... (6 Oktober 2012)



yap mungkin cuma itu yang gua kasih, gausah banyak - banyak ntar kalian mikirnya gua dari kecil udah dapet tumor galau :v wkwk kalo mau yang lainnya tinggal cek fb gua (Refany Audy) dan status gua yang alay gitu udah gua hapus jadi tenang aja kalian ga bakalan kena serangan jantung

~Terima Kasih

Selasa, 03 Maret 2015

Rismansa Metro Activity

Hari ini Selasa, 03 Maret 2015

Kami, Rismansa (Rohis Smansa Metro) mengadakan acara kecil-kecilan, ya sebut aja buat mengusir kebosanan yang biasanya setiap Hari Jum'at melakukan liqo (Halaqah), kakak kelas kami menyebutnya "Liqo on The Road". Kami kelas X hanya pernah melakukan sekali saat itu ke sebuah rumah makan tak jauh dari SMA N 1 Metro. Tentunya acara ini sangat membuat kami bahagia karena bisa berkumpul dan mempererat hubungan dengan kelas XI. Acara Liqo on The Road kali ini bukanlah ke sebuah taman, tempat wisata, ataupun rumah makan. Tetapi, kali ini kami mengadakan pertandingan persahabatan olahraga sepakbola futsal dengan dipertemukannya kelas XI dan kelas X sebagai lawan.

Pertama, kita mulai dari pulang sekolah kita saling menunggu untuk pergi ke tempat suatu bimbingan belajar untuk berkumpul, aku bertemu kakak kelas sebut saja namanya "Husada", dia mengatakan padaku "siap-siap bawa tisu ya ntar takutnya kalian nangis kekalahan". Setelah semua berkumpul kami mencari makanan dahulu untuk mengisi tenaga. Kemudian itu kami mulai berangkat ke lapangan futsal. Kami bertemu dengan kakak kelas XI disana.

Pertandingan pun dimulai, di awal pertandingan kami sangat bersaing skor, selisih satu point. Setelah beberapa menit dengan hujan goal babak pertama pun usai dengan keunggulan kelas XI dengan skor 21:14. Kami mulai bangkit di babak kedua, dengan pergantian strategi. Alhasil dengan bergantinya strategi kami, kami mulai mengejar selisih skor. Dan kemudian pertandingan memanas di 15 menit terakhir, kami unggul dengan skor 23:25, dan kelas XI tak mau kalah dan menjadi 26:25. Di 5 menit terakhir suara kami memenuhi lapangan futsal tersebut dengan teriakan dan dukungan untuk tim masing - masing. skor menjadi 27:25 dengan keunggulan kelas XI, tapi itu tak membuat semangat kami berakhir. 30 detik terakhir menjadi penentuan, kami mendapat freekick karena pelanggaran yang dilakukan kelas XI. Kami tidak menyia - nyiakan waktu untuk ini, dan kami berhasil mencetak goal dan membuat keadaan membalik dan seimbang 27:27. Kami sangat bangga atas pencapaian kami.

Dan Aku, berbicara kepada Kak Husada "Ini mau barengan tisunya?".

~selesai


Jumat, 20 Februari 2015

Maaf

Mungkin inilah kata dimana kita merasa bersalah atau telah menyakiti seseorang yang menyayangi kita, seperti layaknya, Maaf hanya ini yang bisa ku lakukan, Maaf membuatmu kecewa, Maaf karena aku terlalu egois kepadamu, Maaf aku telah menelantarkanmu, Maaf aku tak bisa menjadi seseorang yang kau inginkan, Maaf kau terlalu baik untukku, dan yang terakhir adalah Maaf jika aku terlalu berharap untuk datang kembali ke hidupanmu

Senin, 12 Januari 2015

Tugas Peminatan Bahasa Inggris



Name         : Refany Audy
Class          : XA3

My Daily Activity

        Everyday, I usually get up early in the morning at 05.00 a.m. I pray Subuh, read Al-Qur’an and clean my bedroom. At 05.30 a.m. I brush my teeth and take a bath. Then I put on my uniform, have breakfast and sometimes watch the news or cartoon on TV. I go to school at 06.15 a.m. SHS 1 Metro is my school, I usually go to school by motorcycle. My class begins at 07.30 a.m. I’m in class from 06.30 a.m. to 02.00 p.m. My school takes a rest at 10.00 a.m. I usually go to the mosque for pray Duha and student’s canteen with the others for having snacks. At 10.30 a.m. I go to class and continue my subjects. Around 02.00 p.m. the bell rings. It tells us that our class is over. I return home. I arrive home at 02.30 p.m. Next, I put off my uniform and change to clothes. Later, I pray Ashar, have relax in my springbed, and wake up. At 06.00 p.m. I pray Maghrib then I take English course. I go to course by motorcylce. My class begins at 06.45 p.m. I’m in class from 06.30 to 07.30. Around 07.45 p.m. I arrive home. Then I pray Isya with my parents. At 08.00 p.m. I have dinner and after that don’t forget to study again, prepare my subjects for tomorrow, study and sometimes watch TV. Then, I go to bed at 09.00 p.m.

*Vocabulary:
1. Put on = memakai
2. Take a rest = istirahat
3. Having snacks = jajan
4. Return = pulang
5. Put off = melepas

Rabu, 24 Desember 2014

This isn't The End

Dering alarm telah berbunyi, segera aku bangun dan bersiap-siap unrtuk berangkat kesekolah. Tiba-tiba aku mendengar suara seseorang memanggilku “Marlo! Berangkat yuk!”. Dengan jalan yang tertatih aku membuka jendela “Bentar lagi pake baju, sabar ya Bim” ucapku.
“Cepetan! Keburu telat!” ujar Bima dengan suara lantang.
“Bu, aku berangkat ya” ucapku. “Hati hati ya nak disekolah”  ucap ibuku.
Pekenalkan namaku Marlo Leviathan, Aku adalah siswa SMA Tunas Bangsa yang sekarang duduk dikelas X. Sekarang adalah hari dimana awal semester 1 dimulai. Di hari Dering alarm telah berbunyi, segera aku bangun dan bersiap-siap unrtuk berangkat kesekolah. Tiba-tiba aku mendengar suara seseorang memanggilku “Marlo! Berangkat yuk!”. Dengan jalan yang tertatih aku membuka jendela “Bentar lagi pake baju, sabar ya Bim” ucapku.
“Cepetan! Keburu telat!” ujar Bima dengan suara lantang.
“Bu, aku berangkat ya” ucapku. “Hati hati ya nak disekolah”  ucap ibuku.
Pekenalkan namaku Marlo Leviathan, Aku adalah siswa SMA Tunas Bangsa yang sekarang duduk dikelas X. Sekarang adalah hari dimana awal semester 1 dimulai. Di hari ini aku akan memulai hidup baru sebagai siswa SMA. Masa-masa mos yang menyenangkan telah aku lewati bersama teman-teman baruku.
Tanggal 11 Juni 2013 tepatnya pukul 07.30 aku dan Bima memasuki ruangan kelas baru kami yang cukup bagus. Sebenarnya ini adalah sekolah terbaik dimana hanya orang yang memiliki prestasi bagus yang bisa masuk disini.
Bel telah berbunyi menandakan pelajaran dimulai. Di hari pertama ini, sekolah kami mengadakan rapat bagi guru untuk membahas jadwal pelajaran. Jadi kami mendapatkan jam bebas untuk hari ini.
“Teman-teman kita mendapat amanat dari Pak Hartono agar segera membentuk susunan kelas, seperti ketua kelas dan lain lain” ujar Sari
“Yaudah kita pakai sistem voting saja” ujar Ferdy
*45 menit kemudian*
“Baiklah, akhirnya kita mendapatkan hasil dimana ketua kelas adalah Rehan, wakil ketua kelas adalah Sari, sekretaris adalah Furqon, dan bendahara adalah Bima” ujar Ferdy.
Keesokan harinya tepatnya saat jam istirahat aku melihat Furqon yang sedang serius bermain laptop. “Lagi ngapain?” ucapku, “lagi desain nih buat acara sekolah kita besok, aku disuruh sama wali kelas buat posternya” jawab Furqon.
“Ferdy sama Bima kemana?” ucapku
“Ferdy lagi benerin CPU di lab komputer, kalau Bima dia lagi ke WC alasannya kencing, padahal mau benerin rambutnya” ujar furqon
“Mar,kamu udah belum tugas kimianya?” ujar Sari
“Belum lah, ini niatnya mau minta furqon buat bantuin. Mau minta bantuan kamu malah aku cariin gak ketemu” ucapku
“Masa gak ketemu? Orang sari aja badannya segede gini dibilang gak ketemu? Ujar Furqon
“Nanti kalau sudah dikumpul ke meja Bu Ani ya” ujar Sari
“oke mbak, siap!” ucapku
        Ketika akan mengumpulkan tugas kimia di ruang guru, aku melihat seorang gadis sedang menghadap Pak Hartono. Pertama yang ada dipikiranku adalah mungkin dia hanya siswa yang ingin mengumpulkan tugas.
        Bel berbunyi menandakan jam istirahat telah selesai. Saat ini adalah jam pelajaran Pak Hartono. Ketika beliau masuk, aku melihat Pak Hartono sedang bersama gadis yang aku lihat di ruang guru tadi.
“Selamat siang anak-anak” ujar Pak Hartono
“Selamat siang Pak” jawab kami
“Hari ini kita kedatangan murid baru, namanya adalah Aurel Wirizqi” ujar Pak Hartono
“Perkenalkan, namaku adalah Aurel Wirizqi bisa dipanggil Aurel, mohon bimbingannya” ujar Aurel
“Wahh, ternyata dia murid baru” ujarku
“Wahh cantiknyaaa! Salam kenal yaa” Jawab semua anak lelaki kecuali diriku
“Nah Aurel sekarang kamu bisa duduk disamping Sari. Mari buka buku sejarah kalian halaman 12” ujar Pak Hartono
        Bel telah berbunyi menandakan saatnya pulang, aku langsung mengambil tas ku dan membawanya untuk begegas untuk pulang. Aku biasa pulang dengan Bima, tetapi karena bima sedang ada rapat pengurus osis maka hari ini Aku pulang sendirian. Tiba-tiba terdengar ada seseorang memanggilku “Marlo tunggu aku” aku menjawab “Kamu pulang sendiri?”  ternyata dia adalah Aurel.
“Iya kebetulan aku tidak dijemput karena Ayahku sedang ada keperluan mendadak. Jadi aku bingung pulang dengan siapa” Ujar Aurel
“Emangnya rumah kita searah?” tanyaku
“Iya,waktu itu aku tidak sengaja melihatmu sedang keluar rumah pergi bersama Bima” Jawabnya
“Yaudah kalo gitu, pulang sama aku juga gak apa-apa, tapi kemana sepedamu?” tanyaku
“Hehe itu yang jadi masalah, aku tidak membawa sepeda karena tadi pagi aku berangkat ke sekolah dengan diantar ayahku” ujar Aurel
“Untung aja sepeda ku punya tempat buat boncengan, tapi gak apa-apa nih kalo kita boncengan?” ujarku
“Gak apa-apa kok” ujar Aurel
        Akhirnya kami pulang bersama dengan sekalian aku mengantar pulang Aurel. Di perjalanan kami banyak mengobrol untuk menghilangkan kebosanan.
“Tadi kenapa kamu baru pindah pas jam istirahat?” tanyaku
“Tadi sebenarnya aku udah sampai SMA Tunas Bangsa sejak tadi pagi, tetapi karena Kepala Sekolah belum datang alhasil aku disuruh menunggu di lobby untuk mendata kepindahan ku” Jawab Aurel
“Kamu dari sekolah mana?” tanyaku
“Aku dari SMA Bumi Nusantara tidak jauh dari sini” ujar Aurel
“Kenapa kamu pindah sekolah? Kan ini baru awal semester 1? Kenapa tidak mendaftar langsung kesekolah ini? Tanyaku dengan rasa penuh penasaran
“karena SMA Tunas Bangsa letaknya tidak jauh dengan perusahaan ayahku yang baru, sebelumnya ayahku bekerja didekat SMA Bumi Nusantara, tetapi karena hal sesuatu ayahku dipindah tugaskan dimana tempat kerjanya sangat dekat dngan SMA Tunas Bangsa” Jawabnya
        Entah bagaimana saat aku memboncengnya hatiku terasa hangat dan nyaman bersamanya. Aku merasa bahwa aku telah jatuh cinta pada pertemuan pertama bersama Aurel. Tetapi, aku takut jika hubungan dekat kami akan putus jika dia menolakku. Sehingga, aku memendam perasaan ini dan memilih menikmati hubungan persahabatan dengannya.
Hari demi hari telah aku lewatkan, kini aku dan Aurel menjadi sahabat dekat yang mungkin tak terpisahkan. Aku sangat menikmati masa-masaku saat bermain, belajar bersama, dan mengatasi masalah bersama teman-temanku.
“Hey, kalian ini berduaan mulu! Kaya orang pacaran hahaha” ujar Bima
“Biarin, daripada kamu kerjaanya menyisir rambut terus udah kaya pacaran aja hahaha” Jawab Aurel
        Tak terasa ulangan semester 2 akan dilaksanakan. Hubunganku dan Aurel sudah mulai merenggang karena masing-masing diantara kami mulai fokus untuk belajar Ulangan Akhir Semester dan alasan kedua adalah karena kami ditempatkan di ruang yang berbeda.
“Mar,kamu dah belajar belum?” tanya Ferdy
“Sudahlah, tapi hari ini pelajarannya adalah kimia, tetapi aku sedikit takut akan soal yang keluar nantinya” ujarku
“Heleh tenang aja, kimia itu sebenernya gak susah” ujar Furqon dengan nada santai
“Ya gak susah, tapi pengawasnya yang susah” ujar Ferdy
“hey sudahlah kalian ini, ngomong-ngomong dimana Sari?” ucapku
“Sari sedang meminta bantuan dengan Rehan tentang masalah stoikiometri” jawab Ferdy
        Seminggu telah berlalu, Ulangan Akhir Semester kami telah selesai. Hubunganku dengan Aurel yang dulunya sangat dekat kini masih renggang dan kami masih susah bertemu karena setelah Ulanga Akhir Semester selesai akan dilaksanakan acara Class Meeting dimana aku mendapat amanat menjadi panitia disana.
        Keesokan harinya saat acara class meeting berlangsung, aku sedang memantau jalannya pertandingan futsal antara X IPA 2 melawan X IPA 3. Tiba-tiba Sari datang dan mengajakku mengobrol.
“Aurel hari ini kemana?” tanyaku
“Dia tidak masuk karena keluarganya memiliki acara sampai hari bagi raport, tetapi ia menitipkan surat izin kepada Furqon” jawabnya
“Oiya aku baru inget, waktu itu kayanya dia pergi menaiki mobil bersama keluarganya dengan bawaan tas yang banyak, mungkin dia sedang mudik” ucapku
“Hey Mar, kamu kenapa gak nembak aja si Aurel?”  tanya Sari kepadaku
“Kok kamu tanyana gitu” Jawabku dengan nada kaget
“Ya diakan Baik, cantik, pintar, sabar, rajin beribadah, pintar masak, apa yang kurang coba?” ujar Sari
“Tapi....” jawab ku dengan nada sedikiti bingung
“eleh gak usah tapi-tapian, dia juga suka cowo yang cuek kaya kamu” ujar Sari
“Udahlah Sar, kita lanjutin obrolan ini kapan-kapan aku pingin fokus sama pertandingannya” ucapku untuk mengalihkan topik pembicaraan
        Hari ini adalah hari dimana raport seluruh siswa akan dibagi. Setiap wali kelas akan membagikan raport ke kelas masing-masing.
“Loh Aurel kok gak ada Pak?” tanyaku kepada Pak Hartono
“iya tadi pagi yang mengambil raport Aurel adalah ayahnya sendiri” jawab Pak Hartono
“kenapa bukan dia sendiri Pak yang mengambilnya?” tanya ku dengan sangat penasaran
“Kata ayahnya dia dipindahkan ke Jepang bersama ibunya, mungkin hari ini pesawat yang menuju Tokyo akan segera lepas landas” ujar Pak Hartono
        Tanpa berpikir panjang, akupun segera lari keluar dan meminta Rehan agar mengantarkanku ke bandara. Ternyata, Rehan tidak bisa karena ada keperluan ketua kelas. Alhasil, aku meminjam motornya dan pergi sendirian ke bandara dengan kecepatan 70-80 km/jam.
        Sesampainya di bandara, aku sempat sulit mencari keberadaan Aurel. Mungkin karena libur sekolah sebentar lagi dimulai para pemudik berbondong-bondong untuk pulang kekampung masing-masing jadi bandara yang biasanya sepi normal sekarang malah ramai dan sempit untuk berjalan pun susah. Aku melihat jadwal keberangkatan ke jepang jam 14.12 dan sekarang 14.07, aku hanya memiliki waktu 5 menit untuk bertemu dan mengucapkan selamat tinggal ke Aurel. Aku melihat seseorang wanita dan laki-laki duduk di kursi tunggu, dan setelah kudekati dia adalah Aurel  dan ayahnya.
“Eh itu ada nak Marlo, kalau begitu ayah beli cemilan sebentar ya” ucap ayah Aurel
“Kamu mau pergi?” tanyaku
“iya maaf ya tidak mengabarimu” jawab Aurel
“kemarin kamu mau kemana bersama ayahmu?” ucapku
“oh kemarin aku ingin mengunjungi rumah nenek untuk beberapa hari sekalian meminta izin dan mengucapkan selamat tinggal kepada nenek” ujarnya
*Pesawat Tujuan Tokyo akan segera berangkat*
“eh aku berangkat ya, doain selamat dijalan” ujar Aurel
“Aku akan selalu berdoa untukmu, Sayonara” Ucapku
“Syonara” balas Aurel dengan tetesan air mata perpisahan
        Aku ingin mengucapkan perasaan ini kepadanya,tetapi aku lebih memilih dan memendam perasaan ini karena kemungkinan kecil cinta kami akan bertahan lama.
Semester 3 telah dimulai, kini aku berangkat seperti biasa. Kelas yang baru sudah menantiku. Semenjak kepergian Aurel, aku sudah bisa melupakan kesedihanku dan juga aku kini mulai belajar untuk melupakan cinta ku dan memulai hidup yang baru.
        Dari semua itu aku dapat belajar bahwa janganlah buang waktu mu untuk orang yang kau cintai, karena selagi sempat ambilah kesempatan itu. Dan juga belajarlah melupakan dan menerima kenyataan karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan kelak.ini aku akan memulai hidup baru sebagai siswa SMA. Masa-masa mos yang menyenangkan telah aku lewati bersama teman-teman baruku.
Tanggal 11 Juni 2013 tepatnya pukul 07.30 aku dan Bima memasuki ruangan kelas baru kamu yang cukup bagus. Sebenarnya ini adalah sekolah terbaik dimana hanya orang yang memiliki prestasi bagus yang bisa masuk disini.
Bel telah berbunyi menandakan pelajaran dimulai. Di hari pertama ini, sekolah kami mengadakan rapat bagi guru untuk membahas jadwal pelajaran. Jadi kami mendapatkan jam bebas untuk hari ini.
“Teman-teman kita mendapat amanat dari Pak Hartono agar segera membentuk susunan kelas, seperti ketua kelas dan lain lain” ujar Sari
“Yaudah kita pakai sistem voting saja” ujar Ferdy
*45 menit kemudian*
“Baiklah, akhirnya kita mendapatkan hasil dimana ketua kelas adalah Rehan, wakil ketua kelas adalah Sari, sekretaris adalah Furqon, dan bendahara adalah Bima” ujar Ferdy.
Keesokan harinya tepatnya saat jam istirahat aku melihat Furqon yang sedang serius bermain laptop. “Lagi ngapain?” ucapku, “lagi desain nih buat acara sekolah kita besok, aku disuruh sama wali kelas buat posternya” jawab Furqon.
“Ferdy sama Bima kemana?” ucapku
“Ferdy lagi benerin CPU di lab komputer, kalau Bima dia lagi ke WC alasannya kencing, padahal mau benerin rambutnya” ujar furqon
“Mar,kamu udah belum tugas kimianya?” ujar Sari
“Belum lah, ini niatnya mau minta furqon buat bantuin. Mau minta bantuan kamu malah aku cariin gak ketemu” ucapku
“Masa gak ketemu? Orang sari aja badannya segede gini dibilang gak ketemu? Ujar Furqon
“Nanti kalau sudah dikumpul ke meja Bu Ani ya” ujar Sari
“oke mbak, siap!” ucapku
        Ketika akan mengumpulkan tugas kimia di ruang guru, aku melihat seorang gadis sedang menghadap Pak Hartono. Pertama yang ada dipikiranku adalah mungkin dia hanya siswa yang ingin mengumpulkan tugas.
        Bel berbunyi menandakan jam istirahat telah selesai. Saat ini adalah jam pelajaran Pak Hartono. Ketika beliau masuk, aku melihat Pak Hartono sedang bersama gadis yang aku lihat di ruang guru tadi.
“Selamat siang anak-anak” ujar Pak Hartono
“Selamat siang Pak” jawab kami
“Hari ini kita kedatangan murid baru, namanya adalah Aurel Wirizqi” ujar Pak Hartono
“Perkenalkan, namaku adalah Aurel Wirizqi bisa dipanggil Aurel, mohon bimbingannya” ujar Aurel
“Wahh, ternyata dia murid baru” ujarku
“Wahh cantiknyaaa! Salam kenal yaa” Jawab semua anak lelaki kecuali diriku
“Nah Aurel sekarang kamu bisa duduk disamping Sari. Mari buka buku sejarah kalian halaman 12” ujar Pak Hartono
        Bel telah berbunyi menandakan saatnya pulang, aku langsung mengambil tas ku dan membawanya untuk begegas untuk pulang. Aku biasa pulang dengan Bima, tetapi karena bima sedang ada rapat pengurus osis maka hari ini Aku pulang sendirian. Tiba-tiba terdengar ada seseorang memanggilku “Marlo tunggu aku” aku menjawab “Kamu pulang sendiri?”  ternyata dia adalah Aurel.
“Iya kebetulan aku tidak dijemput karena Ayahku sedang ada keperluan mendadak. Jadi aku bingung pulang dengan siapa” Ujar Aurel
“Emangnya rumah kita searah?” tanyaku
“Iya,waktu itu aku tidak sengaja melihatmu sedang keluar rumah pergi bersama Bima” Jawabnya
“Yaudah kalo gitu, pulang sama aku juga gak apa-apa, tapi kemana sepedamu?” tanyaku
“Hehe itu yang jadi masalah, aku tidak membawa sepeda karena tadi pagi aku berangkat ke sekolah dengan diantar ayahku” ujar Aurel
“Untung aja sepeda ku punya tempat buat boncengan, tapi gak apa-apa nih kalo kita boncengan?” ujarku
“Gak apa-apa kok” ujar Aurel
        Akhirnya kami pulang bersama dengan sekalian aku mengantar pulang Aurel. Di perjalanan kami banyak mengobrol untuk menghilangkan kebosanan.
“Tadi kenapa kamu baru pindah pas jam istirahat?” tanyaku
“Tadi sebenarnya aku udah sampai SMA Tunas Bangsa sejak tadi pagi, tetapi karena Kepala Sekolah belum datang alhasil aku disuruh menunggu di lobby untuk mendata kepindahan ku” Jawab Aurel
“Kamu dari sekolah mana?” tanyaku
“Aku dari SMA Bumi Nusantara tidak jauh dari sini” ujar Aurel
“Kenapa kamu pindah sekolah? Kan ini baru awal semester 1? Kenapa tidak mendaftar langsung kesekolah ini? Tanyaku dengan rasa penuh penasaran
“karena SMA Tunas Bangsa letaknya tidak jauh dengan perusahaan ayahku yang baru, sebelumnya ayahku bekerja didekat SMA Bumi Nusantara, tetapi karena hal sesuatu ayahku dipindah tugaskan dimana tempat kerjanya sangat dekat dngan SMA Tunas Bangsa” Jawabnya
        Entah bagaimana saat aku memboncengnya hatiku terasa hangat dan nyaman bersamanya. Aku merasa bahwa aku telah jatuh cinta pada pertemuan pertama bersama Aurel. Tetapi, aku takut jika hubungan dekat kami akan putus jika dia menolakku. Sehingga, aku memendam perasaan ini dan memilih menikmati hubungan persahabatan dengannya.
Hari demi hari telah aku lewatkan, kini aku dan Aurel menjadi sahabat dekat yang mungkin tak terpisahkan. Aku sangat menikmati masa-masaku saat bermain, belajar bersama, dan mengatasi masalah bersama teman-temanku.
“Hey, kalian ini berduaan mulu! Kaya orang pacaran hahaha” ujar Bima
“Biarin, daripada kamu kerjaanya menyisir rambut terus udah kaya pacaran aja hahaha” Jawab Aurel
        Tak terasa ulangan semester 2 akan dilaksanakan. Hubunganku dan Aurel sudah mulai merenggang karena masing-masing diantara kami mulai fokus untuk belajar Ulangan Akhir Semester dan alasan kedua adalah karena kami ditempatkan di ruang yang berbeda.
“Mar,kamu dah belajar belum?” tanya Ferdy
“Sudahlah, tapi hari ini pelajarannya adalah kimia, tetapi aku sedikit takut akan soal yang keluar nantinya” ujarku
“Heleh tenang aja, kimia itu sebenernya gak susah” ujar Furqon dengan nada santai
“Ya gak susah, tapi pengawasnya yang susah” ujar Ferdy
“hey sudahlah kalian ini, ngomong-ngomong dimana Sari?” ucapku
“Sari sedang meminta bantuan dengan Rehan tentang masalah stoikiometri” jawab Ferdy
        Seminggu telah berlalu, Ulangan Akhir Semester kami telah selesai. Hubunganku dengan Aurel yang dulunya sangat dekat kini masih renggang dan kami masih susah bertemu karena setelah Ulanga Akhir Semester selesai akan dilaksanakan acara Class Meeting dimana aku mendapat amanat menjadi panitia disana.
        Keesokan harinya saat acara class meeting berlangsung, aku sedang memantau jalannya pertandingan futsal antara X IPA 2 melawan X IPA 3. Tiba-tiba Sari datang dan mengajakku mengobrol.
“Aurel hari ini kemana?” tanyaku
“Dia tidak masuk karena keluarganya memiliki acara sampai hari bagi raport, tetapi ia menitipkan surat izin kepada Furqon” jawabnya
“Oiya aku baru inget, waktu itu kayanya dia pergi menaiki mobil bersama keluarganya dengan bawaan tas yang banyak, mungkin dia sedang mudik” ucapku
“Hey Mar, kamu kenapa gak nembak aja si Aurel?”  tanya Sari kepadaku
“Kok kamu tanyana gitu” Jawabku dengan nada kaget
“Ya diakan Baik, cantik, pintar, sabar, rajin beribadah, pintar masak, apa yang kurang coba?” ujar Sari
“Tapi....” jawab ku dengan nada sedikiti bingung
“eleh gak usah tapi-tapian, dia juga suka cowo yang cuek kaya kamu” ujar Sari
“Udahlah Sar, kita lanjutin obrolan ini kapan-kapan aku pingin fokus sama pertandingannya” ucapku untuk mengalihkan topik pembicaraan
        Hari ini adalah hari dimana raport seluruh siswa akan dibagi. Setiap wali kelas akan membagikan raport ke kelas masing-masing.
“Loh Aurel kok gak ada Pak?” tanyaku kepada Pak Hartono
“iya tadi pagi yang mengambil raport Aurel adalah ayahnya sendiri” jawab Pak Hartono
“kenapa bukan dia sendiri Pak yang mengambilnya?” tanya ku dengan sangat penasaran
“Kata ayahnya dia dipindahkan ke Jepang bersama ibunya, mungkin hari ini pesawat yang menuju Tokyo akan segera lepas landas” ujar Pak Hartono
        Tanpa berpikir panjang, akupun segera lari keluar dan meminta Rehan agar mengantarkanku ke bandara. Ternyata, Rehan tidak bisa karena ada keperluan ketua kelas. Alhasil, aku meminjam motornya dan pergi sendirian ke bandara dengan kecepatan 70-80 km/jam.
        Sesampainya di bandara, aku sempat sulit mencari keberadaan Aurel. Mungkin karena libur sekolah sebentar lagi dimulai para pemudik berbondong-bondong untuk pulang kekampung masing-masing jadi bandara yang biasanya sepi normal sekarang malah ramai dan sempit untuk berjalan pun susah. Aku melihat jadwal keberangkatan ke jepang jam 14.12 dan sekarang 14.07, aku hanya memiliki waktu 5 menit untuk bertemu dan mengucapkan selamat tinggal ke Aurel. Aku melihat seseorang wanita dan laki-laki duduk di kursi tunggu, dan setelah kudekati dia adalah Aurel  dan ayahnya.
“Eh itu ada nak Marlo, kalau begitu ayah beli cemilan sebentar ya” ucap ayah Aurel
“Kamu mau pergi?” tanyaku
“iya maaf ya tidak mengabarimu” jawab Aurel
“kemarin kamu mau kemana bersama ayahmu?” ucapku
“oh kemarin aku ingin mengunjungi rumah nenek untuk beberapa hari sekalian meminta izin dan mengucapkan selamat tinggal kepada nenek” ujarnya
*Pesawat Tujuan Tokyo akan segera berangkat*
“eh aku berangkat ya, doain selamat dijalan” ujar Aurel
“Aku akan selalu berdoa untukmu, Sayonara” Ucapku
“Syonara” balas Aurel dengan tetesan air mata perpisahan
        Aku ingin mengucapkan perasaan ini kepadanya,tetapi aku lebih memilih dan memendam perasaan ini karena kemungkinan kecil cinta kami akan bertahan lama.
Semester 3 telah dimulai, kini aku berangkat seperti biasa. Kelas yang baru sudah menantiku. Semenjak kepergian Aurel, aku sudah bisa melupakan kesedihanku dan juga aku kini mulai belajar untuk melupakan cinta ku dan memulai hidup yang baru.

        Dari semua itu aku dapat belajar bahwa janganlah buang waktu mu untuk orang yang kau cintai, karena selagi sempat ambilah kesempatan itu. Dan juga belajarlah melupakan dan menerima kenyataan karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan kelak.